Monday, March 9, 2015

Pandai Mengolah Informasi

Saat ini informasi sudah  tidak dapat dibendung, terutama informasi digital. Sehingga mau tidak mau kita yang harus pandai dalam mengolah informasi tersebut. Tidak sedikit yang masuk penjara hanya karena status yang iya sebarkan di media social, memang sangat benar apa yang disampaikan Rasulullah saw. “keselamatan insan tergantung bagaimana iya menjaga lisannya ”, sedikit ingin berbagi tulisan bagaimana mengolah informasi yang kita terima sehingga kita bisa selamat baik dunia maupun di akhirat.


Informasi yang kita teriama dapat berupa berita, fakta, prasangka, gossip dan fitnah, banyak kasus perselisihan dan adu domba terjadi karena bercampur aduknya informasi-informasi tersebut, jika tak pandai memilih dan memilah informasi itu dapat mencelakakan kita, tidak hanya celaka di dunia namun dapat membuat kita celaka di akhirat. 

Tidak jarang kita menerima  broadcast sms dan bbm, dan tampa pikir panjang kita membroadcast ulang informasi yang kita terima tersebut pada semua kontak yang kita miliki. Mari berpikir sejenak, bagaimana kalau sendainya informasi yang kita broadcast tersebut hanyalah prasangka atau bahkan hanyalah fitnah belaka, bukankah kita telah ikut andil dalam memfitnah seseorang?. #ThinkAgain

Bagaimana Mengolah Informasi
Ada baiknya dan saya pikir harus dilakukan sebelum kita menuliskan status di media social atau menshare, membroadcast berita untuk melakukan beberapa tips berikut ini: 

1.       Tabayun
Tabayun atau melakukan konfirmasi, sedapat mungkin periksalah kebenaran dari informasi yang kita terima, jangan langsung mempercayai segala informasi tersebut. Tidak jarang sumber berita saat ini mempelintir informasi yang ditulis hanya karena pesanan  seseorang bukan atas nama kebenaran. Dalam surat Al-Hujarot ayat 6 Allah berfirman  jika datang kepadamu orang fasik dengan informasi, maka periksalah dengan teliti”. 

Konon ada yang mengatakan “saat kabar baik menyebar beberapa kilo meter, kabar buruk sudah melesat dan menyebar keseluruh dunia”. Dapat dibayangkan jika ini informasi yang kita broadcast sudah menyebar akan sangat sulit menariknya kembali.

2.       Zhan
Zhan atau prasangka, tidak jarang informasi yang kita terima hanyalah sebuahinformasi prasangka dan masih jadi tanda Tanya atas kebenaran tersebut, dan Allah berfirman "sesungguhnya prasangka tak memberimu sedikitpun kebenaran" Annajam ayat 28. Tak ada pilihan untuk informasi semacam ini, jika kabar itu benar maka itu adalah Ghibah, dan jika kabar itu salah maka itu adalah fitnah, baik ghibah atau fitnah sma-sama merupakan dosa besar.

Zhan dalam bahasa inggris adalah “PreJudice ” yang terdiri dari kata pre sebelum dan judge menghukum, dengan kata lain kita telah menghukum seseorangg  orang sebelum informasinya benar.

3.       Bicara yang baik atau diam
Nabi mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga lisannya, karena banyak perselisihan dan permusuhan terjadi karena apa yang keluar dari lisa, bukan hanya ucapan tapi juga tulisan dan status yang ada di media social, nabi pernah bersabda “bicarah yang baik atau diam saja”. 

taqwa itu seerti orang yang berjalan di antara duri-duri, sehingga harus hati-hati agar tak terkena duri-duri tersebut. Begitu pula taqwa dalam menghadapi informasi, tak asal percaya dan berpikir seribu kali sebelum menyebarkannya.

Seseorang yang mudah menerima dan menyebarkan semua informasi yang diterimanya, maka orang tersebuat dapat dikatakan sebagai pendusta. Rosulullah  saw bersabda  cukuplah dikatakan pendusta orang menceritakan semua yang dia dengar” Hr Muslim.

Berpikir sebelum men-share informasi
1.       Apakah sudah benar dan sudah konfirmasi kebenaran berita ini?.
2.       Apakah berita ini berupa fakta atau hanya prasangka?
3.       Jika fakta dan benar apakah perlu di sebarkan dan apakah ada yang tersakiti dengan berita ini?
4.       apakah berita ini memberi kebaikan atau malah akan menyulut permusuhan?

#Mulutmu_harimaumu = #Statusmu_harimaumu



No comments:

Post a Comment